Jual Salak Bali Buah Tangan Khas Pulau Dewata

salak bali

Selain terkenal sebagai daerah wisata, Pulau Bali juga terkenal sebagai salah satu sentral produksi salak di Indonesia. Yap, salak bali itu terkenal loh. Salak yang berasal dari Bali ini dikenal sebagai salak bali. Daging buahnya tebal, berwarna putih kekuningan, dan jarang sekali yang masir. Rasanya istimewa, sangat manis dan teksturnya renyah. Bijinya juga kecil-kecil dan biasanya berjumlah 1-2 pada setiap buah. Ukuran buah salak bali relatif kecil.

Buah salak bali dapat dipanen setelah matang benar di pohon, biasanya berumur enam bulan setelah bunga mekar (anthesis). Hal ini ditandai oleh sisik yang telah jarang, warna kulit buah merah kehitaman atau kuning tua, dan bulu-bulunya telah hilang. Ujung kulit buah (bagian buah yang meruncing) terasa lunak bila ditekan.

Cara penanaman Salak Bali relatif sama dengan penanaman pohon salak di daerah lain di Indonesia.

Salak ini punya sifat khas kleistogami yakni untuk terjadinya pembuahan dapat dilakukan sendiri secara otomatis, tidak membutuhkan bantuan manusia. Bentuk tanaman tegak dengan tinggi pohon lima sampai tujuh meter itu pada bagian batangnya bulat-bulat bekas tangkai daun, sekaligus tempat munculnya buah.

Daerah yang terkenal akan produksi salaknya adalah karangasem. Daerah Karangasem mensuplai salak ke daerah yang lain khususnya Denpasar yang membutuhkan pasokan salak untuk dijual ke wisatawan yang berkunjung ke Bali. selain di daerah Karangasem menjadi pioner sebagai pengembangan varietas baru salak Bali yang dinamakan Salak Gula Pasir memiliki keunggulan dari pada salak Bali biasa. Kemudian saat ini di daerah lain di Bali juga mulai dikemabangkan jenis salak jenis lain.

Salak gula pasir memiliki rasa lebih manis dan ukurannya lebih kecil daripada salak biasa. Walaupun sudah cukup banyak di temui, wisatawan yang membeli salak gula pasir sering tertipu karena tidak dapat membedakan salak gila pasir dengan salak bali biasa. Akhirnya semua salak yang dibawa dari pulau Bali tetap disebut salak Bali walaupun bermacam-macam jenisnya.

Musim panen raya salak Bali jatuh pada bulan Januari-Pebruari sedangkan panen gadu bulan Juli-Agustus. Untuk memperoleh mutu dan daya simpan salak Bali yang optimal, saat panen  yang tepat adalah 5 bulan setelah seludang bunga pecah (setelah persarian). Pada umur panen yang tepat, disamping akan diperoleh cita rasa buah salak yang enak, juga daya simpannya menjadi relatif lama, bisa mencapai 10 hari.

Buah salak yang siap panen bisa dilihat dari tanda-tanda fisik sebagai berikut : Warna kulit buah coklat kekuningan atau coklat kemerahan, duri pada buah sudah jarang, besar buah maksimal, buah mudah lepas dari tandannya, warna biji kehitaman atau coklat kehitaman, rasa buah enak dan aroma agak tajam.

Adi Hartanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *