PERUNTUNGAN BANTING SETIR DARI MEDIA CETAK KE STARTUP

Peruntungan Banting Setir Dari Media Cetak ke Startup

Beberapa koran dan majalah mulai tumbang. Oplah penjualan turun. Isu PHK karyawan berhembus, tak pelak membuat saya memberanikan diri banting setir dari perusahaan media cetak ke perusahaan startup.

Memulai karir menjadi reporter di Tabloid Nyata  (Jawa Pos Group), pada 2011 membuat saya merasa beruntung. Hobi dan passion menulis sejak sekolah menengah menjadi tersalurkan ketika menjadi reporter. Bonusnya, saya bisa menambah banyak teman, mulai dari narasumber, reporter di lapangan, teman media relation ahensi, hingga artis-artis. Belum lagi, jika liputan ke luar kota, saya merasa senang bisa jalan-jalan gratis.

Namun, pada 2012 hingga 2014 nasib sebagai reporter media cetak mulai mengalami was-was. Dimulai pada tahun tersebut, berjamurnya media online di Indonesia. Sehingga, keberadaan perusahaan media cetak mulai terancam. Bagaimana tidak, kemajuan internet pada 2010 mulai berkembang sangat pesat. Internet mulai bisa dinikmati hampir di berbagai wilayah Indonesia. Kecepatannya pun bisa dibilang lumayan baik untuk di kota besar, bahkan di kota kecil dan perdesaan. Semua orang dengan mudahnya mengakses informasi berita hanya dengan genggaman smartphone-nya.

Pada 2014, saya berpikir untuk hijrah ke perusahaan berbasis online. Meskipun hal ini, saya anggap ‘perjudian’, karena saya harus siap meninggalkan passion dan menerima tantangan baru di perusahaan berbasis online.

Pada 2013 perusahaan startup mulai banyak bermunculan. Bisnisnya sangat beragam. Mulai dari e-commerce, jasa oniline, transportasi online, dan sebagainya. Saya pun tidak begitu paham model bisnisnya. Apalagi job desk, bagian-bagian kerja, serta teknisnya benar-benar sangat ‘buta’.

September

Hijrah ke startup

Akhirnya perjudian saya dimulai. Pada Juni 2014 saya berkesempatan bekerja di perusahaan e-commerce Blibli.com sebagai content writer. Dewi fortuna pun masih berpihak kepada, karena pekerjaan saya di Blibli.com masih berhungan dengan dunia menulis. Bedanya, saya tidak menulis dengan gaya jurnalistik, namun lebih gaya tulisan marketing. Yah, I think I should try new challenge.

Berawal dari liputan

Pertama kali mengenal Blibli.com adalah ketika saya mendapatkan undangan peliputan acara anniversary Blibli.com yang ke-2 di Hotel Kempinski, Jakarta, 25 Juli 2013. Jujur, saya tidak menyangka, pada 2014 saya bisa menjadi bagian dari Blibli.com.

IMG_20171227_164821

Salah satu sudut ruang di kantor blibli.com

Ada yang belum tahu Blibli.com? Ya mungkin sebagian besar orang saat ini sudah mengenal Blibli.com. Blibli.com merupakan e-commerce dengan konsep belanja mall online ala mall yang didirikan pada 2010 di bawah naungan PT Global Digital Niaga. E-commerce yang memiliki tagline Big Choices, Big Deals hadir dengan beragam pilihan kategori pilihan, di antaranya kategori lifestyle, otomotif, hobi dan olahraga serta kebutuhan rumah tangga.

kantor blibli

Salah satu ruang kerja kantor Blibli.com

Lalu, bagaimana kehidupan di startup seperti Blibli.com?

Jujur, 1 minggu masuk saya stress. Saya belum terbiasa bekerja full di depan komputer. Saya pun, kaget ketika saya ingin pulang jam 5 sore, orang-orang di kantor belum beranjak pulang. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk pulang jam 5. Memang perkejaaan di startup sangat banyak. Termasuk pekerjaan saya sebagai content writer. Berbanding terbalik sebagai reporter, yang setiap hari paling saya liputan ke 2 tempat dan menulis liputannya 1- 3 jam selesai.

Ya, memang luar biasa bekerja di startup.  Semangat dan kerja tim-nya perlu diacungi dua jempol.  Semua tim saling menuangkan ide out of the box-nya demi kemajuan perusahaan. Saya menyadari jika orang-orang tidak melakukan hal tersebut, maka usia startup tidak akan lama. Maka dibutuhkan orang-orang hebat dan kreatif yang terus ber-improvement demi agar bisa bertahan.

Bahkan startup pun banyak yang tumbang

Kenapa saya bilang agar bisa bertahan? Memangnya banyak yang tumbang? Yes, saat maraknya perusahaan startup bermunculan, tidak sedikit pula startup yang tutup.

Ada banyak faktor yang menyebabkan sebuah startup tutup. Namun parah ahli sering menyebutkan, 3 faktor teratas sebuah startup tutup, di antaranya:

  1. Pendanaan

Menurut data Tech in Asia, bila dibandingkan dengan 2016, jumlah startup baru yang mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding) mengalami penurunan hingga pertengahan 2017. Data tersebut dikuatkan oleh oleh Willson Cuaca, Managing Partner East Ventures, yang menyatakan kalau jumlah startup baru di Indonesia mengalami penurunan 23 persen dibanding tahun 2016.

  1. Meniru

Banyak startup bermunculan, namun kehadiran mereka tidak memiliki hal yang beda. Artinya model dan konsep bisnisnya sama dengan startup yang sudah settle lebih dulu. Menurut Kevin Darmawan, Managing Partner dari Coffee Ventures, seperti dikuti Tech in Asia,”banyaknya startup Indonesia yang cenderung hanya meniru bisnis startup besar seperti GO-JEK, Tokopedia, hingga Traveloka. Menurutnya, startup seperti itu tidak akan bisa bersaing dengan para raksasa tersebut, kecuali apabila mereka bisa menghadirkan keunikan tersendiri.”

  1. Produk tidak diterima

Menurut Fortune, alasan utama pemain startup gagal adalah, mereka membuat produk yang tidak diinginkan pasar. Artinya, startup tersebut tidak tahu apa kebutuhan masyarakat yang diinginkan.

Berikut 10 startup yang tutup:

  1. Yesboss (sebuah jasa asisten pribadi)
  2. Diana (jasa asisten pribadi)
  3. Shopious (e0cmmerce fesyen)
  4. Paraplou (e-commerce)
  5. Valadoo (travel online)
  6. Lamido (e-commerce)
  7. Inapay (layanan rekening bersama)
  8. Food Fanda (layanan pembelian makanan)
  9. Rakuten (e-commerce)
  10. Scallope (e-commerce)

Digital Marketing

Nah, setelah setahun berjalan di Blibli.com, akhirnya saya pun mulai menikmati bekerja di startup. Saya pun mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang digital marketing. Menurut saya, siapapun bisa menguasai digital marketing. Tanpa harus memiliki latar pendidikan tentang marketing. Saya memiliki latar pendidikan sebagai jurnalistik yang notabene di kampus tidak pernah diajarkan sama tentang digital marketing.

Mungkin, kamu tertarik untuk memulai karir  atau banting setir ke digital marketing. Berikut tips yang bisa kamu coba:

  1. Mau belajar

Industri digital marketing berkembang dengan pesat dan kompetitif. Maka setiap hari kuncinya adalah belajar dan belajar. Orang yang memiliki keinginan untuk belajar yang kuat, tak dipungkiri ia akan bisa dan sukses menjadi digital marketing. Kamu bisa belajar dari apapaun, mulai dari seminar, blog, buku, e-book, youtube dan lainnya.

  1. Update

Kamu sebaiknya mengikuti atau berlangganan situs digital  marketing. Selain itu, kamu harus me-follow media sosial orang-orang yang ahli di dunia startup. Kamu juga harus mengikuti kabar terbaru dari Google, Facebook, Twitter, dimana platform adalah para pemain utama dunia digital marketing.

Berikut beberapa website yang bisa menjadi rekomendasi untuk memulai menjadi digital marketer.

  • SEO (Search Engine Optimization): Moz, Distilled, SEOGadget, Search Engine Land
  • PPC/SEM:  PPC Hero, Search Engine Land
  • Social Media: Social Media Examiner, Social Media Today
  • Content: Hubspot
  1. Networking

Bangunlah jaringan dengan orang-orang yang lebih paham mengenai dunia digital marketing. Orang-orang yang kamu temui, kelak akan menjadi jaringan pendukung ketika kamu sedang mengerjakan suatu project.  Kamu bisa membangun dengan orang-orang tersebut saat seminar, workshop, forum, komunitas, dan lainnya.

  1. Buatlah project!

Cobalah buat sebuah project yang berhubungan dengan dunia marketing! Jangan hanya menunggu suruhan atasan kamu sebagai orang yang dianggap paling ahli. Dalam dunia digital marketing tidak semuanya selalu hitam dan putih. Belum tentu semuanya benar dan salah, namun semuanya masih abu-abu.

Setiap digital marketer harus memiliki project pribadi untuk menguji teori dan menerapkan salah satu bagian dari digital marketing, di antaranya SEO, PPC, Social Media, Content Marketing, affiliate. Tujuannya adalah dapat mengambil akuntabilitas atas keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek.

  1. Pelajari istilah-istilah digital marketing!

Digital marketer perlu merasa nyaman dengan istilah-istilah digital marketing seperti PPC, SEM dan SEO. Jangan sampai kamu tertukar dengan istilah tersebut. Jika, kamu belum bisa membedakan ketiga istilah tersebut, kamu bisa salah dalam mengambil keputusan saat membuat campaign.

  1. Bangun personal brand

Jika kamu berkesempatan tes wawancara dan ingin menunjukkan kepada si penguji bahwa kamu mampu membangun visibilitas perusahaan, maka kamu perlu menunjukkan terlebih dahulu personal brand kamu sendiri. Misalnya, kamu seorang blogger yang mengerti tentang SEO. Hal ini bisa menjadi faktor penentu antara dua kandidat yang telah melamar pada posisi yang sama.

  1. Belajar secara teknis

Digital marketing seringkali dianggap hanya teori. Padahal kenyataannya digital marketing seringkali dibutuhkan beberapa teknik dan data.  Oleh karena itu belajarlah walaupun sedikit tentang analisis data ataupun pengetahuan dasar tentang HTML dan desain grafis. Hal tersebut akan membantu kamu semakin menonjol di antara kandidat yang kurang berpikir secara teknis.

  1. Metrics are king

Kamu tahu istilah CPC dari CPA? Jika kamu ingin lebih menonjol saat tes wawancara, cobalah bicarakan kepada si penguji tentang return on advertising spend (ROAS) sebuah campaign yang kamu buat sendiri. Sebab, akan sangat mudah berbicara tentang konsep kreatif yang kamu kembangkan. Tujuannya untuk semakin memperkaya pengetehuan channel digital marketing.

  1. Dapatkan sertifikat!

Jika benar-benar ingin lebih menonjol dari pesaing kamu di dunia digital marketing, ikutilah kursus digital marketing bersertifikat. Kamu bisa mendapatkan sertifikat dari kursus-kursus online, seperti Google Analytics, Google Adwords, dan kursus lainnya.

Beruntungnya menjadi SEO Specialist

Berjalan hampir 2 tahun di Blibli.com, akhirnya saya diberikan kesempatan oleh atasan saya untuk masuk dalam tim SEO.  Bisa menulis dan paham tentang optimasi blog, mungkin menjadi alasan saya dipindahkan dari content writer ke SEO specialist.

‘Tercebur ‘dalam dunia search engine optimization (SEO) menjadi suatu keberuntungan bagi saya. Ilmu ini sangatlah berguna untuk mengembangkan sebuah usaha bisnis yang baru saya mulai.  Pemasaran digital dengan teknik SEO sangatlah penting, karena tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Meskipun membutuhkan proses cukup lama, setidaknya hasil dari teknik SEO dapat diukur. Hal inilah yang membuat saya tertarik bergabung tim SEO.

Namun, bergabung dengan tim SEO bukan berarti tidak ada kendala. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Pertama, e-commerce terus bermunculan dengan berbagai nama dan jenis produk yang dijualnya. Belum lagi ada ratusan toko online lokal yang sudah memasarkan produknya dengan teknik SEO. Otomastis semuanya berlomba-lomba melakukan optimasi keyword  produknya agar bertengger di halaman pertama mesin pencarian Google.

Kendala kedua yang saya hadapi di tim SEO adalah harus melakukan optimasi ratusan keyword dari sisi offpage-nya. Bayangkan, berapa banyak link building yang saya buat untuk ratusan keyword? Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menaikkan keyword agar berada di halaman pertama mesin pencarian Google? Jika saya melakukan link building dengan ratusan keyword, tentu saja keyword-keyword yang saya optimasi ketinggalan jauh dengan pesaing. Apalagi keyword produk-produk di e-commerce sangat dinamis. Setiap hari-nya jenis produk, promo, dan brand terus bertambah. Secara tidak langsung saya dituntut untuk optimasi lebih cepat.

Berbicara optimasi off-page memang tidak terlepas dari backlink. Entah dari mana sumbernya, website utama sangat membutuhkan link-link berkualitas. Sebab, itu akan menjadi ‘vitamin’ sebuah website sehingga lebih mudah dipercaya di ‘mata’ Google. Alhasil, pencarian keyword yang kita inginkan lebih mudah naik di mesin pencarian.

Mengapa seo penting_Masalah selanjutnya

Dari beberapa teknik optimasi off-page yang dilakukan, muncul-lah masalah baru. Di antaranya adalah membuat ribuan artikel, mencari blogger dalam jumlah banyak, membangun komunitas, dan channel sosial media.

Backlink dari blogger dengan domain authority tinggi adalah salah satu sumber backlink berkualitas. Selain natural, postingan dari blogger tentunya sangat relevan dengan keyword yang kita ingin optimasi. Masalahnya saya tidak memiliki banyak waktu untuk mencari blogger.  Prosesnya pun banyak memakan waktu, mulai dari menentukan keyword, me-review setiap postingan, dan menyelesaikan pembayaran.

Tidak hanya mencari blogger, penyediaan artikel dengan ratusan keyword yang ingin dioptimasi juga menjadi kendala dan tim. Pasalnya dalam proses optimasi berjumlah ratusan keyword, pastinya membutuhkan banyak artikel untuk disebarkan kepada blogger.

Selain sulitnya mencari blogger, postingan sosial media agar konten menjadi viral pun sangat sulit jika hanya mengandalkan sosial media sendiri. Hal ini tentunya dibutuhkan banyak akun sosial media yang terpecaya guna membantu menyebarkan konten. Semakin banyak  follower, maka peluang mendapatkan backlink semakin besar.

Terakhir adalah membentuk komunitas. Adanya komunitas sangatlah penting dalam mengoptimasi ratusan keyword untuk mendapatkan backlink dengan cepat dan berkualitas. Misalnya, komunitas food blogger, travel blogger, komunitas pecinta fotografi, komunitas pecinta otomotif, dan komunitas lainnya. Namun, membentuk komunitas tentunya sangat sulit dan menghabiskan waktu lama. Belum lagi saya dan tim butuh beberapa komunitas dan perlu melakukan kegiatan offline.

Halangan startup menjadi dampak bisnis kehidupan orang banyak

Untuk mengatasi beberapa masalah tadi, salah satu solusi yang saya dan tim lakukan adalah menggunakan bantuan beberapa mahasiswa. Misalnya dalam penyediaan artikel dan jasa posting, saya memberikan kepercayaan kepada mereka untuk menulis artikel SEO. Pastinya, mereka sudah saya berikan pelatihan cara menulis artikel SEO serta posting artikel ke private blog network (PBN).

Tentunya kerjasama seperti ini, selain menambah pengetahuan, juga menambah penghasilan bagi mereka. Bisa dihitung, komisi mereka per artikel dan posting 20.000 dikalikan 200 artikel setiap bulan, maka penghasilan mereka tiap bulan sebesar Rp 4.000.000. Saya rasa dengan penghasilan tersebut, mereka sudah bisa membayar uang per-semester sendiri.

Selain bekerjasama dengan mahasiswa dalam penyediaan artikel, saya juga menggunakan jasa vendor-vendor kecil di daerah. Rata- rata vendor yang sudah bekerjasama dengan Blibli.com dalam pembuatan artikel SEO dari Tulungagung, Yogyakarta, Banyuwangi, dan daerah lainnya. Hal tersebut, agar anak-anak muda di daerah merasa senang, karena selalu mendapatkan job. Hasil tulisannya mereka pun sangat baik dan sesuai permintaan.

Dalam mencari blogger untuk mendapatkan backlink, saya terbantu dengan adanya forum blogger. Alhamdulillah, saat ini blogger yang sudah masuk dalam database kami sudah mencapai ribuan. Blogger-blogger tersebut berasal dari seluruh Indonesia. Mereka pun memiliki latar belakang yang bermacam-macam, di antaranya ibu rumah tangga, mahasiswa, pelajar, karyawan, bahkan adapula petani. Untuk komisi mereka pun berbeda-beda, mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 2.000.000, tergantung pada konten dan kualitas blog-nya.

Cara kerjanya tidak lebih dari 5 hari, para blogger sudah mengirimkan postingan-nya.  Hasilnya juga relevan dengan keyword yang ditentukan.

Tidak hanya sampai di situ, dampak bisnis startup memang sangat bagi bermanfaat untuk orang banyak. Dalam menyebarkan postingan ke berbagai media sosial, saya juga bekerjasama dengan para buzzer. Ada ratusan buzzer yang siap membantu dengan komisi yang telah disepakati. Mereka juga tak segan-segan memberikan banyak bonus membagikan artikel gratis di media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Google Plus.

Begitupun dengan komunitas. Blibli.com telah menjalin kerjasama dengan komunitas-komunitas untuk membantu proses optimasi. Belum lagi, Blibli.com memiliki ribuan merchant atau penjual yang menjual produknya di Blibli.com. Hal ini tentunya sangat membantu para pelaku usaha kelas menengah memasarkan produknya secara online tanpa harus membuat website. Sebab, tidak sedikit produk lokal asli Indonesia yang dijual di Blibli.com. Dengan begitu, mereka mendapatkan tempat untuk mengenalkan produk asli Indonesia ke masyarakat lebih luas.

 Apa dampak bagi saya selama bekerja di startup?

Dampak hijrah ke startup bukan hanya saya tertolong dari perusahaan media cetak mulai redup, namun di luar itu saya mendapatkan dampak yang sangat luas. Apa yang saya dapatkan dari ilmu digital marketing, saya bisa menerapkannya di berbagai hal, di antaranya:

  1. Bisnis usaha

Seperti yang sudah saya katakan di atas, ‘tercebur’ di dunia SEO memberikan saya banyak keuntungan. Salah satunya adalah tekni SEO bisa saya terapkan di bisnis clothing kids yan baru saya mulai. Rencananya Untuk saat ini, saya baru menjualnya di marketplace Tokopedia. Rencanaya saya akan membuat website-nya dan menerapkan teknik SEO. Semoga di awal tahun 2018 website tersebut sudah selesai dibuat.

  1. Google Adsense

Kamu tahu Google Adsense? Google Adsense adalah penyedia layanan iklan dari Google dengan konsep pay per click (PPC). Cara kerjanya kita memasang banner atau link di blog kita, kemudian, jika ada yang klik banner atau link tersebut maka kita mendapatkan komisi dari Google. Tentunya agar semakin banyak orang yang mengunjungi blog, saya melakukan optimasi. Yah lumayan pendapatannya, bisa menjadi passive income.

  1. Affiliate Program

Masih terkait passive income, program affiliate juga menghasilkan pendapatan uang dari blog. Tidak berbeda jauh dengan Google Adsense, cara kerja affiliate sama halnya memasang banner atau link di dalam artikel. Nah, jika ada pengunjung yang klik banner dan link tersebut, lalu ia belanja, maka saya mendapatkan komisi dari pembelian barang yang dibeli. Jika Google Adsense yang memberikan komisinya dari Google, kalau affiliate yang memberikan komisi adalah yang penyedia program affiliate. Penyedia program affiliate bisa berasal e-commerce, e-book, bank, dan sebagainya.

  1. Job review

Akhir-akhir ini job review pada blog semakin ramai. Banyak brand  atau e-commerce membutuhkan jasa blogger untuk me-review produknya.  Nah, berkat saya mengenal digital marketing, saya pada 2014 akhir membuat blog yang salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan job review. Alhamdulillah-nya saya sudah mulai menikmati ‘panen’ dari blog yang saya bangun. Banyak e-commerce serta brand menghubungi saya guna me-review dan memberikan backlink ke blog-nya mereka.

Ya, mungkin itu pengalaman dan perjalanan saya dari peruntungan banting setir dari perusahaan media cetak ke startup. Semoga pengalaman saya bisa menjadi inspirasi untuk kamu yang baru memulai karir di dunia startup. Good luck!

#StartupLyfe #DWVlogCompetition #MyRepublicIndonesia

Adi Hartanto

Hygge life | Commuterline | kotaksurat1281@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *