Sebuah Kisah LDR; Walaupun Jauh yang Penting Hepi

Title

Anda bisa membayangkan jika semua tulisan di dunia ini tanpa spasi? Tentunya, selain sulit dibaca, tulisan tersebut akan kehilangan nilai estetika-nya. Begitupun sebuah hubungan. Jarak diperlukan untuk bisa merasakan rindu kasih sayang yang menakjubkan.

Saya adalah seorang pejuang jarak. Pejuang LDR, Long distance relationship. Apa yang diperjuangkan?

Tentu, jarak.

Sejak kehamilannya memasuki usia 8 bulan, isteri saya pulang ke rumah orangtuanya yang berada di Surabaya. Kita sepakat untuk ‘mengungsi’ sementara waktu, karena dia ingin melahirkan di kota kelahirannya. Saya pikir, keputusan ini juga banyak dilakukan oleh wanita muda yang baru pertama kali menjalani proses persalinan. Mungkin dengan dekat orangtua akan lebih merasa nyaman dan setidaknya ada orang yang lebih berpengalaman sebagai pemberi nasihat dalam hal mempersiapkan persalinan hingga sang buah hati lahir.

Akhirnya saya dan isteri pun berpisah. Jarak antara Jakarta dengan Surabaya yang cukup jauh, serta merta menjadikan saya seorang pejuang jarak. Memperjuangkan jarak yang jauh agar menjadi lebih dekat.

Kata orang, LDR itu ujian jiwa. Terus bagaimana bisa hepi?

Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu saya akan menceritakan sedikit perjuangan menjalani LDR.

“Cinta itu menguatkan, bukan meruntuhkan.” Mungkin ini salah satu kalimat yang saya tanam dalam menjalani LDR. Menjalani LDR memang sangat tak mudah. Jika tak saling menguatkan, maka yang terjadi adalah capek hati, capek pikiran, dan capek tenaga.

Terlebih saya harus menjalani hingga memiliki sang buah hati. Bertemu sebulan sekali dengan rentang waktu dua hari, Sabtu dan Minggu sangat tidak cukup untuk memberikan sentuhan kasih sayang ke isteri dan sang buah hati.

Quotes

LDR pasca-menikah saya rasa tak seburuk yang orang bayangkan. Ketika pulang naik kereta, saya seringkali duduk sebangku dengan pejuang jarak. Bahkan mereka menjalani LDR lebih dari 10 tahun.

Saya pun hepi dan bersyukur atas apa yang Tuhan berikan. Tuhan menjadikan saya dan isteri pejuang jarak, agar menjadikan kami pribadi yang lebih kuat, positif dan berkomitmen.

DSCN0181

1

Saya pikir bodoh, jika saya tidak menyayangi isteri secara lebih. Saya pikir pun tidak ada alasan, mengapa saya harus menyayangi dia.

Sabar dan pengertian. Saya rasa tidak berlebihan jika bilang isteri saya orang yang sabar dan pengertian. Dia siap menjali hidup yang mandiri, serta menghadapi permasalahan hidup sehari-hari sendirian. Dia pun orang yang mengajarkan saya arti sebuah kepercayaan, tanggung jawab, dan perjuangan.

2

Sebuah tanda sayang memang belum lengkap jika tidak diungkapkan dalam sebuah bingkisan atau hadiah. Menurut saya, itu adalah salah satu bentuk penghargaan yang mudah dikenang.

Jika saya ditanya, hadiah apa yang cocok untuk isteri tercinta?

Jawabannya adalah handphone premium.

Ya, handphone dengan kualitas premium adalah hadiah yang tepat untuk saya berikan kepada isteri. Kenapa handphone premium? Berikut beberapa alasannya:

  • Penghargaan

Apakah banyak seorang ibu rumah tangga yang memiliki handphone kualitas premium? Saya sih tidak yakin.

Saya yakin mayoritas pengguna handphone premium dimiliki oleh suaminya (untuk isteri-nya yang berumah tangga). Tujuannya, handphone tersebut digunakan untuk menunjang pekerjaanya. Jika ingin jawaban egois-nya, memiliki handphone premium digunakan sebagai prestige atau bagian dari gaya hidup.

 Lantas, isteri? Kemungkinan suami beranggapan hanya digunakan untuk komunikasi dan sosial media saja.

 Nah, itulah mengapa saya ingin mengubah sebagian besar anggapan seorang suami, bahwa seorang isteri berhak memiliki handphone premium. Dengan memberikan handphone tersebut, kita sebagai suami bisa belajar bagaimana cara menghargai dengan tulus dan  ikhlas lebih kepada isteri.

  • LDR => komunikasi => handphone

Salah satu satu alat komunikasi primer untuk orang yang menjalankan hubungan jarak jauh, tidak lain adalah handphone. Apa hubungannya handphone premium dengan LDR?

 Jelas ada.

Di antaranya adalah kualitas gambar ketika video call. Ini sangat penting, karena saya memiliki pengalaman dengan menggunakan handphone biasa, yang terjadi adalah gambar pecah-pecah, huh. Selain itu, alasan lainnya adalah kejernihan suara saat menelpon, kecepatan akses, kapasitas memori, dan fitur-fitur lainnya yang mendukung komunikasi kami saat LDR.

  • Tahan lama

Memiliki handphone dengan kualitas premium setidaknya pemakaiannya bisa dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, nilai produk tersebut tidak turun drastis jika ada brand handphone mengeluarkan produk terbarunya.

3

  • Hepi ketika bertemu

Layaknya orang yang sedang jatuh cinta ingin bertemu tentunya hati-hatinya berbunga-bunga. Begitulah hepi-nya ketika saya ingin bertemu isteri saya. Merasakan hepi yang luar biasa bisa berkumpul bersama isteri dan anak.

  • Ketika video call, kita malah saling bercermin

Ada momen lucu yang sering dialami adalah saat video call tetapi kita malah bercermin di handphone kita masing-masing. Bahkan sampai lupa apa yang kita bahas.

  • Hepi-nya mendapatkan tiket promo

Orang LDR-an kerap kali mengecek situs tiket. Momen puncak hepi ketika rajin ngecek tiket adalah mendapatkan tiket promo. Tentunya waktu itu saya sangat hepi dan puas.

  • Anak saya tidak tahu siapa ayahnya

Entah ini momen hepi atau tidak. Waktu saya pulang, anak saya tiba-tiba bisa bilang, “Ayah”. Tapi, lucunya ketika saya tanya,”Mana ayah?” dia dengan wajah gemesnya menunjuk ke arah foto saya yang dipajang di tembok. Bukan menunjuk ke arah saya. Ehmm
Tips

Oya, hampir lupa dengan pertanyaan di atas, bagaimana saya bisa menjalani LDR dengan hepi? Berikut beberapa tips yang saya lakukan agar menjalani LDR dengan hepi. Semoga kalian yang akan atau masih menjalani LDR bisa termotivasi agar hubungan dengan pasangan tetap hepi.

  1. Jangan pernah gengsi menghubungi duluan!

Buang jauh-jauh gengsi. Menjalani LDR adalah perjuangan bersama. Jangan menunggu atau minta dihubungi duluan. Jika memang ada waktu, hubungilah. Meskipun sebentar usahakan selalu menanyakan kabar pasangan.

  1. Berpikir positif dan jangan cepat cemburu!

Usahakan selalu berpikir positif. Tumbuhkan rasa kepercayaan dan jangan mudah terbakar api cemburu. Sebab cemburu merupakan salah satu dasar hancurnya suatu hubungan.

  1. Bunuh rasa bosan dengan memberi kejutan.

Sesekali berilah kejutan. Misalnya, waktu itu saya bilang kalau tidak bisa pulang. Tetapi, ketika saya telpon untuk keluar rumah, tiba-tiba saya sudah berada di depan pagar rumah.

  1. Mengakui kesalahan dan memaafkan

Jangan berat untuk mengakui kesalahan. Jika salah, akui kesalahan. Begitupun dalam memaafkan. Tak perlu jual mahal untuk memaafkan jika hubungan ingin berjalan dengan baik.

  1. Berjuang bersama dan saling mendoakan

Tidak kalah penting adalah berkomitmen untuk berjuang bersama. Terus saling mendoakan yang terbaik. Semoga suatu saat bisa berkumpul bersama.

Nah, untuk kalian yang masih berjuang, percayalah jarak bukan suatu penghalang untuk mendapatkan kebahagian bersama pasangan. Terus semangat menjadi pejuang jarak yang hebat!

Salam
Adi Hartanto

Adi Hartanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *