Tidak Berjodoh dengan Boyzone

boyzone

caption foto, stephen gately saat tampil di surabaya tahun 1998 silam

I will learn to live before i die
Will learn to love
And learn to try
Not to gave it all away

Sepenggal lirik Gave It All Away dari Boyzone benar-benar mengingatkan saya pada suara khas Stephen Patrick David Gately, atau Stephen dan akrab dipanggil Steo. Ya, personel paling imut dari Boyzone ini memang menyanyikan bait tersebut, persis sebelum kematiannya yang mendadak di tahun 2009 lalu.

Kenapa tiba-tiba saya menulis tentang Boyzone? Sebab, tepat hari ini Boyzone menghelat konser bertajuk “Back Again No Matter What” di Istora Senayan, Jakarta. Ironisnya, saya tidak bisa menyaksikan performa mereka secara langsung. Padahal bisa dibilang, Boyzone adalah musisi favorit saya dari kecil yang belum keturutan untuk bertemu langsung. Kesempatan itu justru datang disaat saya tidak lagi bekerja sebagai reporter di Jakarta.

Saya masih ingat pertama kali melihat Boyzone di TV, usia saya sekitar 8 tahun kala itu atau pada tahun 1994. Single “Love Me For A Reason” membuka pintu kesuksesan Boyzone sebagai salah satu boyband papan atas di era tahun 1990an. Dan saya yang masih SD pun ikut larut dalam euforia popularitas Boyzone. Saya langsung jatuh hati pada sosok pria berambut coklat gelap, dengan tatanan rambut belah tengah yang saat itu memang lagi ngetren, dialah Stephen.

Saat berada di puncak popularitas, Boyzone menyempatkan singgah di Indonesia pada tahun 1997 silam dan langsung menghelat konser di dua kota, Jakarta dan Surabaya. Boyzone menggelar konsernya di Go Skate, Kawasan Tunjungan, Surabaya. Konser Boyzone di Surabaya dibuka dengan penampilan Base Jam, band Indonesia yang kala itu sedang naik daun. Berhubung saya masih kecil, ditambah harga tiket yang lumayan mencekik, sehingga saya tidak bisa menyaksikan konser Boyzone. Tetapi untung saja, kakak saya berhasil mendapatkan foto Stephen dari salah seorang temannya yang menyaksikan langsung konser Boyzone.

Kemudian, saat Boyzone tampil di Jakarta, mereka sempat menjadi bintang tamu di Pesta, sebuah acara musik di Indosiar. Sayangnya, saya pun lagi-lagi tidak bisa melihat Boyzone, meski hanya lewat TV karena masih terjebak macet sepulang dari Lumajang.

Mungkin sepertinya saya memang tidak berjodoh untuk bertemu dan melihat aksi panggung Boyzone. Meskipun Steo tidak ada, bagi saya pasti sangatlah seru bernostalgia bersama Boyzone.

Teks: Agusniar

Adi Hartanto

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *